Hidup ini adalah kesempatan, jika kita masih menikmati bangun di pagi hari, artinya masih memiliki kesempatan yang indah untuk bisa dimanfaatkan. Karena itu, bijaklah memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di manapun anda berada.

Orang yang tidak bisa berdamai dengan waktu akan selalu mempersalahkan waktu yang ada, namun orang yang bijak akan mampu berdamai dengan waktu. Orang yang tidak mempersiapkan diri akan selalu mengeluh: “waktunya terlalu singkat sehingga tidak sempat untuk berbuat ini dan berbuat itu”.


Ingat! Kamu boleh menunggu waktu, tetapi waktu tidak akan pernah menunggumu. Ketika diperintahkan untuk belajar, kita selalu berpikir dan berkata  : “tunggulah, kan waktunya masih ada 1 bulan lagi. Tunggulah, saya istirahat dulu”. Kata tunggu tidak akan pernah habis, waktu tidak akan habis, namun kesempatan yang sama belum tentu datang untuk yang kedua kalinya.

Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.

Ketika Naaman menjumpai abdi Allah yaitu Elisa, dia diperintahkan untuk mandi sebanyak 7 kali di sungai yordan (sungai yordan bukanlah sungai terbaik yang ada di sana, sungai yordan itu lebih kotor dari sungai-sungai yang lain). Naaman pergi dengan gusar karena tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.

Naaman berpikir bisa dengan mudah sesuai dengan apa yang dia inginkan, ternyata jauh dari apa yang dia bayangkan. Kalau di negara kami Belgia yang berdekatan dengan Persia itu dikatakan “Sai hu rippu parhunikan, hape na pargadongan. Sai hu rippu parsaulian, hape na panikkotan”. (kalau kurang paham artinya, mungkin ada di dalam kamus)

Sesungguhnya yang sulit itu adalah cara kita berpikir, ketika kita berpikir itu sulit, maka akan terasa berat untuk menjalaninya. Namun, ketika kita berkata itu mudah, maka semuanya akan menjadi lebih ringan untuk kita jalani.



Karena itu, persiapkanlah dirimu. Jangan gusar hati ketika tidak sesuai dengan keinginanmu, karena Tuhan sudah merancangkan apa yang terbaik bagi setiap anak-anakNya. Jika kamu melihat bebanmu lebih berat dari yang lain, itu karena Tuhan melihat kamu lebih kuat dari yang lain. Jalani, Syukuri dan Nikmati.

Bapa dan ibu guru Pendidikan Agama Kristen yang hebat terutama para peserta PPG yang dikasihi oleh Tuhan, Ujian UKIN sudah dekat. Bapa ibu yakinkan bahwa bapa dan ibu sudah siap dalam segala sesuatunya, jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa dan tetaplah tenang hingga kamu mampu menemukan hal positif yang terselip di antara hal-hal negatif.


INFO PENTING!

Untuk pelaksanaan UKIN, bapa dan ibu harus menggunakan Kartu peserta sebagai bukti bahwa bapa ibu adalah peserta PPG yang akan mengikuti UKIN. Untuk mendapatkan kartu peserta tersebut, bapa ibu silahkan isi link di sini. Jangan salah mengisi data, agar kartu peserta bapa dan ibu juga tidak salah. Setelah bapa dan ibu selesai mengisi data, maka kartu ujiannya boleh bapa dan ibu ambil di sini.

MOHON PENULISAN NAMA JANGAN PANJANG!!!!

Saat isi data Bapa dan ibu boleh mempersingkat, misalnya PROVINSI : SUMUT, SULSEL, KALTARA, DLL (Dan Lupa Lagi). Tulisannya jangan dibuat panjang sepanjang kenangan yang tidak punya ujung.

Silahkan bapa ibu print, dan saat print silahkan sesuaikan ukuran untuk nametag sehingga ukurannya sesuai.

Akhir kata, kami ucapkan terimakasih, tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati semuanya, salam sehat. Mari bapa ibu, boleh meninggalkan jejak kunjungan anda di kolom komentar berikut ini, dan jika ada pertanyaan juga bapa dan ibu kami persilahkan bertanya pada kolom komentar, bukan pada rumput yang bergoyang.

Nb  : mungkin bapa ibu berpikir, kenapa judulnya berbeda dengan isi yang dibahas? Yaaaah memang karena penulis juga senang berpikir kenapa harus berpikir, sehingga penulis juga ingin bapa dan ibu juga berpikir kenapa harus berpikir, dengan demikian timbullah judul terkadang aku berpikir kenapa aku harus berpikir. Dengan demikian, kita sama-sama berpikir, mengapa kita harus berpikir.